EDUPSY SERIES

Gelar Edupsy Series 3.5 Bersama Peneliti Harvard, Prodi Psikologi Universitas Harkat Negeri Soroti Kesehatan Global dan Resiliensi

Administrator S-1 Psikologi · 30 Jul 2026 · 13 pembaca
Gelar Edupsy Series 3.5 Bersama Peneliti Harvard, Prodi Psikologi Universitas Harkat Negeri Soroti Kesehatan Global dan Resiliensi

TEGAL, UNIVERSITAS HARKAT NEGERI— Suasana di Kampus Mataram Universitas Harkat Negeri tampak riuh dan penuh antusiasme pada Senin pagi (13/7). Sebanyak 80 mahasiswa lintas jurusan dari Program Studi Sarjana Psikologi dan Keperawatan berkumpul untuk mengikuti agenda Kuliah Pakar bertajuk Edupsy Series: "Bridging Psychology, Public Health Communication, and Global Resilience". Kegiatan akademik ini terasa sangat istimewa karena menghadirkan dua peneliti muda dari universitas terkemuka dunia, Harvard University, yakni Zili Huang, M.Sc. dan Clarisza Runtung, MPH.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Sarjana Psikologi ini bertujuan untuk membukakan jalan pikir baru bagi para mahasiswa. Ilmu psikologi dan perilaku manusia terbukti tidak hanya berpusat pada ruang-ruang terapi konvensional, melainkan memegang peran kunci dalam kebijakan kesehatan masyarakat skala makro (beyond the clinic).

Ketua Panitia Pelaksana, Muchammad Sofyan Firmansyah, S.S., M.A., mengapresiasi tinggi keterlibatan para peserta dan kontribusi ilmiah para pemateri. Menurutnya, paparan langsung dari para akademisi sekaligus praktisi internasional ini merupakan langkah strategis untuk memantik daya kritis serta semangat mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan wawasan teoretis terkini dari Harvard, tetapi juga terdorong untuk menempa diri hingga menjadi profesional yang handal di masa depan.

Dalam sesi penyampaian materi, Zili Huang, M.Sc. menguraikan hasil risetnya mengenai keterkaitan antara tata kelola komunitas (community governance) dan tingkat kepercayaan publik (institutional trust) terhadap resiliensi mental masyarakat saat dilanda krisis. Sementara itu, Clarisza Runtung, MPH memaparkan pentingnya strategi komunikasi krisis yang tepat untuk mencegah terjadinya cognitive paralysis atau kelumpuhan berpikir pada masyarakat. Ia juga menggarisbawahi efektivitas pendekatan non-klinis berbasis komunitas, seperti penggunaan seni dan narasi, dalam menyembuhkan trauma dan mengentaskan isolasi sosial.

Daya tarik akademis acara semakin terasa hidup saat memasuki sesi diskusi interaktif. Sebanyak empat orang mahasiswa menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kritis yang menghubungkan materi riset dengan konteks praktis di lapangan. Novi dari Prodi Keperawatan membuka diskusi dengan menanyakan penggunaan strategi bahasa untuk membangun citra diri dan profesionalisme di dunia medis. Pertanyaan dilanjutkan oleh Revita yang mendalami sejauh mana isu kesehatan mental kini menjadi fokus utama dalam kebijakan kesehatan internasional.

Tak berhenti di situ, diskusi semakin hangat ketika Nabila Salwa meminta kiat-kiat praktis bagi mahasiswa agar tetap bisa menjaga fokus belajar dan konsisten berprestasi di tengah padatnya dinamika perkuliahan. Sesi pertanyaan ditutup oleh pemikiran kritis dari Nafilah yang mengulas sistem pembiayaan kesehatan, di mana ia menanyakan apakah kendala keterlambatan pembayaran asuransi seperti pada fenomena BPJS di Indonesia juga terjadi di negara-negara lain.

Rangkaian acara kemudian ditutup secara manis dengan sesi Fireside Chat bertajuk "Harvard & Beyond". Dalam sesi ini, kedua narasumber membagikan kisah perjuangan pribadi mereka menembus dinamisnya dunia riset internasional hingga kiat melanjutkan studi ke Ivy League. Melalui narasi inspiratif ini, Program Studi Sarjana Psikologi Universitas Harkat Negeri berharap dapat terus membangun iklim akademik yang berorientasi global serta mencetak generasi penerus yang adaptif, berwawasan luas, dan berdampak nyata bagi masyarakat.


A

Administrator S-1 Psikologi

Civitas Akademika

Kembali ke semua berita
Daftar Sekarang →